![]() |
| Gambar 1. Nilai-Nilai dalam PPK |
Penguatan karakter menjadi salah satu program
prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam
nawa cita disebutkan bahwa pemerintah akan melakukan revolusi karakter bangsa.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimplementasikan penguatan karakter
penerus bangsa melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang
digulirkan sejak tahun 2016. Maka, sekolah-sekolah di Jawa Timur berlomba-lomba
mendidik siswa-siswinya untuk memiliki karakter yang terdidik oleh sekolah. Menurut
Mendikbud, PPK tidak mengubah struktur kurikulum, namun memperkuat Kurikukum
2013 yang sudah memuat pendidikan karakter itu. Dalam penerapannya, dilakukan
sedikit modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan
karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan
karakter positif anak didik.
Pendidikan karakter merupakan
bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik
diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri
individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah
hidup yang lebih baik. Upaya pendidikan karakter di SDN Madyouro 2 hampir
setiap hari dilakukan, hari selasa, rabu, kamis siswa melakukan kegiatan sholat
dhuha di halaman depan sekolah. Sedangkan hari jumat siswa diajak untuk
berkegiatan istigosah dan doa bersama sebelum jam pelajaran dimulai. Selain
kegiatan keagamaan, budaya lain yang ada adalah menyanyikan lagu nasional “Indonesia
Raya” sebagai awal dari pembelajaran. Selain itu juga dibacakan visi dan misi
sekolah agar tertanamkan kepada peserta didik jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar